CEO TelkomGroup & Komut Hadiri Topping Off Ceremony TLT Surabaya

CEO Telkom Group Ririek Adriansyah dan Komisaris Utama Rhenald Kasali hadir dalam acara Topping Off Ceremony Telkom Landmark Tower (TLT) Surabaya yang ada di jalan Manyar Kerto Adi 1 Surabaya, Sabtu (27/7). Dalam kesempatan tersebut hadir juga Komisaris Telkom Ismail, Harry M Zen selaku Komisaris Telkom Property, Direktur Human Capital Management Telkomsel Irfan Ahadi Tachrir, Direktur Network Telkomsel Iskriono Windiarjanto, EVP Telkom Regional V Suparwiyanto dan Direktur Utama Telkom Property Rinto Dwi Hartomo.

Dalam sambutannya Ririek menyampaikan apresiasi kepada Telkom Property yang telah menyelesaikan tahap pembangunan hingga proses Topping Off Ceremony saat ini. Menurutnya TLT Surabaya ini adalah gedung kedua setelah TLT pertama yang sudah beroperasi di Jakarta. “Dan InsyaAllah gedung TLT Surabaya yang dulunya merupakan tempat perangkat dan STO Manyar ini akan menjadi kantor yang paling modern di wilayah Surabaya, karena berada di lokasi yang sangat strategis dan menjadi salah satu wilayah besar yang ada di Surabaya ini,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa di Surabaya sendiri ini sebenarnya ada 3 project yang salah satunya adalah pembangunan gedung TLT Surabaya dengan luas 39.000 m2 dan tinggi 17 lantai. “Ketiga proyek yang akan kita bangun yakni : Menjadikan gedung yang ada di Ketintang sebagai perguruan tinggi, Memindahkan kantor Telkom Regional 5 dan Telkomsel Area Surabaya ke gedung TLT ini dan pembangunan Rumah Sakit di daerah Ahmad Yani dengan kurang lebih 200 kamar. Itu adalah 3 (tiga) proyek yang kita bangun,” ungkap Ririek.

Oleh karena itu ia berharap dengan adanya gedung TLT ini nantinya dapat memacu pertumbuhan ekonomi di wilayah Surabaya. “Paling tidak dibelakang ini disekitar gedung TLT yang ada perumahan bisa buka kos-kosan atau warung lah,” cetusnya.

Lebih lanjut Ririek juga menyampaikan bahwa setelah proses Topping Off, sebaiknya fitting out bisa segera dimulai sehingga sesuai rencana gedung TLT Surabaya ini akan selesai di bulan November, “Dan ini saya serahkan kepada teman-teman Telkom Property bersinergi dengan Telkom dan Telkomsel untuk mendesain interiornya. Desain lah sesuai culture yang sudah kita bangun,” pungkasnya.

Sementara itu Rinto Dwi Hartomo selaku Dirut Telkom Property melaporkan bahwa project Telkom Landmark Tower ini adalah salah satu wujud program dari Telkom Group untuk melakukan life heading asset yang dimiliki oleh Telkom yang dilakukan oleh Telkom Property.

“Dengan luas lahan yang kami manfaatkan disini sekitar 5.600 m2 yang nantinya akan menghasilkan available space yang bisa dimanfaatkan untuk commercial kurang lebih 39.000 m2. Terdiri dari parking area 4 lantai, basement dan selebihnya adalah untuk office,” paparnya.

TLT Surabaya ini sendiri dibangun mulai tahun 2018, tepatnya bulan Januari 2018. Setelah dilakukan proses demolish dari gedung lama, kemudian dibuat konsep smart building office gedung Telkom Landmark Tower Surabaya. Dengan menggunakan seluruh ekosistem yang dimiliki oleh Telkom Group, gedung ini merupakan smart building pertama di kota Surabaya yang dimiliki Telkom.

Ia berharap seluruh proses pada akhir tahun 2019 telah bisa selesai keseluruhannya. Sehingg gedung ini bisa segera dihuni untuk office. “Terutama bagi teman-teman yang ada di Ketintang, di Telkom Regional 5, teman-teman Telkomsel area Surabaya. Bisa segera menempati gedung ini pada tahun depan. Proses untuk fitting out juga bisa segera dilaksanakan secara paralel dengan kegiatan finishing konstruksi,” ujar Rinto.